Bandung, KabarBelanda.com – Belanda kembali dipilih sebagai pintu masuk bagi produk-produk unggulan Indonesia menuju pasar Eropa. Kali ini, giliran produk rempah dan kerajinan asal Jawa Barat yang dipersiapkan memasuki pasar Negeri Kincir Angin dengan mengusung Digital Product Passport (DPP) berbasis PERURI RFID Blockchain yang terintegrasi dengan platform ekspor INA Trading.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pelaku usaha Indonesia memenuhi tuntutan pasar Uni Eropa yang semakin menekankan transparansi, keberlanjutan, serta ketertelusuran asal-usul produk.
Rencana ekspor tersebut mengemuka dalam Seminar & Kurasi Digital Product Passport Produk Jawa Barat Berbasis PERURI RFID Blockchain & INA Trading yang digelar di Bandung, Jumat (26/6/2026).

Belanda Dipilih sebagai Pintu Masuk Eropa
Hasil kurasi produk mempertemukan PUNDI/INA Trading dengan Polaris serta Java Spices/Archipelago dalam kerja sama penggunaan PERURI RFID Blockchain pada kemasan produk rempah maupun produk olahan bambu, seperti kursi, meja, dan dekorasi rumah.
Produk-produk tersebut direncanakan dikirim menggunakan kontainer ke Belanda untuk program End of Year Sales 2026, sebelum didistribusikan ke berbagai negara di Eropa. Selain Belanda, pasar yang turut dibidik adalah Serbia dan sejumlah negara di kawasan Eropa Timur.
Pemanfaatan Belanda sebagai hub distribusi dinilai strategis mengingat negara tersebut selama ini menjadi salah satu gerbang utama masuknya barang-barang impor ke kawasan Uni Eropa.
Menjawab Standar Baru Uni Eropa
CEO PUNDI & INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, mengatakan penerapan Digital Product Passport menjadi langkah antisipatif terhadap kebijakan Uni Eropa yang semakin mengedepankan penggunaan teknologi digital untuk menjamin transparansi produk.
“Regulasi di Eropa menuju penerapan RFID dan blockchain pada tahun 2030. Karena itu, Digital Product Passport akan menjadi bagian penting dari setiap produk yang dikirim ke Eropa. INA Trading hadir mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli global melalui produk yang keasliannya terjamin menggunakan PERURI RFID Blockchain dan dapat dipindai melalui aplikasi mobile INA Trading,” ujarnya.
Melalui teknologi tersebut, setiap produk memiliki identitas digital yang dapat diakses konsumen hanya dengan memindai RFID yang tertanam pada kemasan.

