
Menurutnya, Taman Indonesia dapat menjadi “jendela menuju Indonesia” yang memperkuat hubungan kedua negara melalui apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Perwakilan keluarga Gicquel, Erven Gicquel, mengatakan pembangunan taman tersebut merupakan hasil dari mimpi dan kerja keras yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Selama bertahun-tahun mereka menjelajahi berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bali, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur, untuk mempelajari kekayaan budaya Nusantara secara langsung.
Ia menambahkan, setiap rumah adat dan karya seni yang dipamerkan di Tropical Parc menyimpan nilai sejarah, filosofi, serta keterampilan para perajin Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh perajin Indonesia yang telah berkontribusi mewujudkan taman budaya tersebut.
Adapun Wali Kota Saint-Jacut-les-Pins, Sophie Bouchon, menilai kehadiran Taman Indonesia semakin memperkuat identitas Tropical Parc sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Bretagne. Menurutnya, taman tersebut tidak hanya menambah daya tarik wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang unik bagi ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.
Peresmian taman dihadiri sekitar 150 tamu yang terdiri atas pengelola Tropical Parc, pejabat daerah, pelaku industri pariwisata, media lokal, masyarakat Prancis, serta diaspora Indonesia. Acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan musik tradisional Indonesia yang menghadirkan suasana Nusantara di barat laut Prancis.
Dengan jumlah pengunjung Tropical Parc yang mencapai lebih dari 100.000 orang setiap tahun, Taman Indonesia diharapkan menjadi media efektif untuk memperkenalkan seni, tradisi, arsitektur, dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Prancis maupun wisatawan internasional.
Ke depan, kawasan ini akan terus dikembangkan melalui perluasan area, penambahan koleksi rumah adat dan karya seni dari berbagai daerah di Indonesia, serta pembangunan Museum Seni Tradisional Indonesia yang ditargetkan mulai dibuka pada 2027. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Tropical Parc sebagai pusat promosi budaya Indonesia di Prancis sekaligus simbol persahabatan yang terus tumbuh antara kedua negara.

