Jakarta, Kabarbelanda.com – Produk-produk UMKM Indonesia kini tidak hanya tampil dengan desain menarik dan kualitas unggulan. Mereka juga mulai memasuki era baru perdagangan global yang lebih transparan, aman, dan berkelanjutan.
Langkah itu terlihat dalam ajang INABUYER B2B2G Expo 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, pada 5–7 Mei 2026. Dalam pameran tersebut, SMESCO bersama INA Trading resmi memperkenalkan penggunaan teknologi PERURI Smart Card berbasis RFID Blockchain untuk produk UMKM yang akan diekspor ke Portugal dan Belanda.
Bagi banyak pelaku UMKM, pasar Eropa selama ini menjadi impian besar. Namun di balik peluang itu, terdapat tantangan serius berupa pemalsuan produk dan tuntutan regulasi internasional yang semakin ketat. Indonesia sendiri memiliki sekitar 65,5 juta UMKM, dan lebih dari 103 ribu di antaranya berada dalam ekosistem SMESCO.

Karena itu, perlindungan terhadap keaslian produk menjadi semakin penting.
Melalui teknologi RFID Blockchain, setiap produk akan memiliki identitas digital yang tersimpan dalam sistem blockchain. Teknologi ini memungkinkan pembeli mengetahui perjalanan sebuah produk secara lengkap, mulai dari bahan baku, sertifikasi, jejak karbon, hingga lokasi asal produk.
Produk-produk unggulan seperti tas, dompet, sepatu, dan scarf dari merek Miumosa dan Mamnich menjadi bagian dari tahap awal implementasi teknologi tersebut. Produk-produk itu telah melewati proses kurasi sebelum dipasarkan ke Eropa melalui Casa Da Indonesia di Porto, Portugal.
Menariknya, pembeli cukup memindai produk menggunakan aplikasi INA Trading untuk memastikan keaslian barang yang dibeli. Dalam hitungan detik, informasi lengkap mengenai produk akan muncul melalui Data Digital Passport dan Token ID yang tersimpan di blockchain.
Direktur PERURI Smart Card, Muchrizal, mengatakan teknologi RFID yang dikembangkan pihaknya mampu menyimpan berbagai data penting yang dibutuhkan eksportir maupun importir.

