Belajar Pertanian Modern Sambil Membuat Pastry Internasional

Menurut Charles, pendidikan masa kini harus memberi pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan oleh siswa.

“Kami membawa murid-murid mengikuti program teknik hidroponik, entrepreneurship sayuran hidroponik, bioteknologi, IoT, hingga culinary entrepreneurship. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi melihat langsung bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis berjalan di dunia nyata,” ujarnya.

Setelah memahami proses farm, para siswa melanjutkan ke tahap baking bersama Chef Sari, Airi, dan Asep Irwansyah dari Tim Edo Pastry. Mereka belajar mengolah hasil kebun menjadi produk pastry kelas dunia seperti croissant ala Perancis, matcha croissant ala Jepang, pizza khas Italia, cheese stick basil, hingga chocolate cookies.

“Ini kelas paling heboh, anak anak seru sekali, antusias praktek langsung membuat sandwich croisant isi selada, basil cheese stick pizza Italia basil. Anak anak berhasil membuat dan langsung dimakan , dan nanti bisa jadi usaha yang praktis, makanan favorit anak anak muda,” ujar Airi yang melihat anak anak aktif prakter dipandu Chef Sari dan juga belajar menghitung harga pokok modal usaha dari Asep Irwansyah.

Program ini menjadi contoh bagaimana pendidikan modern mampu menggabungkan sains, teknologi, kreativitas, dan bisnis dalam satu pengalaman belajar.

Melalui kolaborasi ini, Ladang Farm bersama para mitra membuktikan bahwa masa depan bisa dimulai dari ruang belajar yang lebih luas dari sekadar kelas.

Dari satu bibit kecil dan satu ide sederhana, dapat tumbuh masa depan yang besar.

Tinggalkan Balasan