Suhu udara saat ini mencapai nol sampai minus 1 derajat Celsius namun terasa minus 4 sampai minus 2 derajat selsius karena angin dingin dari utara yang bertiup ke arah wilayah Belanda.

Peringatan Kode Oranye diberlakukan hampir di seluruh wilayah Belanda, dengan pengecualian Limburg dan Kepulauan Wadden yang masih berada pada status Kode Kuning.
Gangguan juga terjadi pada sektor logistik. Distribusi paket dan produk makanan dilaporkan mengalami hambatan akibat ruas jalan yang tertutup salju. Transportasi publik pun terdampak signifikan. Sejumlah perjalanan kereta api, trem, dan bus tidak berjalan sesuai jadwall. Beberapa jalur dihentikan sementara, termasuk rute menuju Amsterdam dan Den Haag.
Namun, salju tebal tidak selalu meresahkan. Ada pula yang menikmatinya, lantaran fenomena tersebut sudah lama tidak mereka saksikan.
Seperti Budi Mukri, seorang WNI yang tinggal di Deventer, mengaku sudah lama tidak menyaksikan salju setebal ini turun di Belanda. Meski telah bertahun-tahun bermukim di negeri itu, ia mengatakan keindahan salju selalu menghadirkan rasa kagum tersendiri.
“Meskipun sudah lama tinggal di Belanda, aku selalu menikmati pemandangan salju seperti sekarang ini,” ujarnya.
Kebahagiaan itu kian lengkap ketika ia melihat cucunya, Ava, yang baru berusia 15 bulan, untuk pertama kalinya berjumpa dengan salju. “Rasanya senang sekali. Ava bahkan tidak mau masuk ke rumah,” kata Budi sambil tertawa.

Namun, tebalnya salju di luar rumah juga membuatnya enggan beraktivitas di luar. “Takut masuk angin,” tambahnya kepada kabarbelanda.com.
Meski begitu, jika hujan salju mereda, Budi yang belakangan gemar fotografi berencana mengabadikan berbagai sudut di sekitar rumahnya, menangkap jejak musim dingin yang jarang ia temui kembali. ***

