Diplomasi Indonesia untuk Dunia Bebas Senjata Biologi

Diplomasi di Tengah Perbedaan

Perdebatan dalam forum dua pekan itu tidak mudah. Setiap negara membawa kepentingan dan perspektif berbeda. Namun, ujungnya semua sepakat mengadopsi procedural report secara konsensus. Sebuah capaian kecil, tetapi penting, karena menunjukkan masih ada ruang titik temu.

Momentum itu akan berlanjut pada pertemuan negara-negara pihak Desember mendatang, dan akhirnya menuju Konferensi Peninjauan BWC tahun 2027.

Diplomasi Sejalan Asta Cita

Bagi Indonesia, keterlibatan aktif ini tidak hanya soal menjaga citra di panggung internasional. Lebih dari itu, ini adalah pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif: ikut menjaga perdamaian dunia, sekaligus memperkuat pertahanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya poin kedua mengenai ketahanan nasional dan pertahanan negara, serta poin keempat tentang diplomasi untuk perdamaian dunia.

Arti Penting bagi Dunia

Partisipasi Indonesia menjadi penanda bahwa negara berkembang pun punya peran menentukan dalam isu global yang sarat dimensi teknologi. Di tengah dinamika geopolitik yang kerap tegang, kehadiran suara seperti Indonesia menjadi pengimbang: mengingatkan dunia bahwa keamanan bukan milik segelintir negara besar, tetapi kebutuhan semua umat manusia.

Tentang BWC

Konvensi Senjata Biologi (BWC) merupakan perjanjian multilateral yang melarang pengembangan, produksi, dan penimbunan senjata biologi maupun toksin. Berlaku sejak 1975, konvensi ini kini memiliki 189 negara pihak. Indonesia meratifikasinya pada 1992.

Tinggalkan Balasan