Pusakata Jumpa Penggemar di Belanda, Resto Bali Brunch Penuh Pengunjung

Theo Adi Pramono, bertopi pet, salah satu pendiri AKSI Foundation. (Foto: Yuke Mayaratih)

Di hadapan para penggemar, Pusakata mengatakan bahwa ia mengawali karier sebagai musisi tanpa sengaja.

Ia pun bercerita bahwa latar belakangnya adalah teater, sambil juga bermusik. Perjalanan tak terduga membawanya hingga membentuk grup band dan akhirnya bersolo karier di dunia musik.

Is mengaku sangat bersyukur karena musiknya ternyata diterima oleh banyak kalangan.

Menurut AKSI Foundation, selaku penyelenggara acara, kedatangan Pusakata di Belanda membuat para penggemar bisa melihat dan merasakan lebih dekat sosok musisi Indonesia yang sedang naik daun itu.

“Setidaknya, lagu-lagu Pusakata—atau saat masih dikenal dalam grup musik Payung Teduh—yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat kanal YouTube atau media sosial, kini bisa dinikmati secara langsung. Termasuk juga untuk mereka yang belum pernah mendengar atau mengikuti perkembangan musik di Tanah Air, jadi bisa lebih kenal dan up to date,” kata Theo, salah satu pendiri AKSI Foundation.

Lirik-lirik yang dibawakan dalam setiap lagu Pusakata sangat sederhana, menyentuh kehidupan sehari-hari, namun penuh makna. Sementara itu, irama musiknya ringan dan santai.

Bahkan sebelum memainkan beberapa lagu dalam acara meet and greet, ia sempat meminta salah seorang pengunjung memberikan tema dan kunci kord gitar. Dalam hitungan satu menit, ia langsung merangkai kata menjadi sebuah alunan lagu yang enak didengar.

Sore itu, cuaca lumayan cerah, meskipun tidak terlalu hangat—sekitar 17 derajat Celsius. Namun, kemunculan Pusakata dan krunya membuat suasana di Resto Bali Brunch meninggalkan kesan yang mendalam.

Selama menjelajah Eropa 2025, setidaknya ada lima negara yang akan dikunjungi: Jerman, Belanda, Paris (Prancis), Zurich (Swiss), dan Praha (Republik Ceko).

Lewat lirik lagu Di Atas Meja, Pusakata menyampaikan pesan agar hidup menjadi lebih tenang. Seluruh pengunjung pun mengikuti setiap bait lagu dan menyanyikannya bersama:

Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Dan tentu saja, ia menutup acara dengan lagu hit andalannya yang berjudul Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan.