Usai Badai Salju Warga Balanda Bermain SKI

Kabarbelanda.com – Sampai hari ini, cuaca di Belanda masih berada di titik minus 1.  Di beberapa lokasi yang masih ditutupi salju  ini dimanfaatkan warga  untuk bermain seluncuran di atas es atau  dalam bahasa belanda disebut schaatsen. Soalnya dalam dua hari belakangan, cuaca memang cukup cerah.

Setelah mendengar informasi dari pemerintah bahwa  ketebalan es cukup aman untuk bermain ski, Jane Burink  warga Indonesia yang  tinggal di Beekbergen – Apeldoorn Belanda menyiapkan perlengkapan ski. Ia dan anak semata wayangnya  Aubrey serta  Rob suaminya,  selama dua hari berturut-turut menyambangi kanal dekat rumah untuk bermain skatsen.

“Saya membeli perlengkapan schaatsen untuk anak, memang setiap tahun. Jadi kalau ngga ada salju asli,  olah raga schaatsen ini selalu diadakan pihak sekolah. Misalnya di sebuah gedung olah raga khusus.” Kata Jane.

Untuk perlengkapan schatsen untuk anaknya  ini, Jane mengaku menghabiskan uang tak kurang dari 50 euro atau sekitar  Rp.750 ribu. Yaitu baju dan celana thermo, sepatu, topi, sarung  tangan serta jaket khusus untuk olah raga ski. “ Kalau saya dan suami ngga perlu beli baju  thermo dan perlengkapan ski yang baru. Karena yang masih lama masih bisa di pakai” kata jane. Sementara untuk slee atau kereta dorong yang ditarik dengan tali,khas Belanda, jane mengaku hanya mengeluarkan kocek sebesar 20 euro atau sekitar Rp.250 ribu

Meski sudah 20 tahun tinggal di Belanda, Jane mengaku senang bisa menghabiskan waktu di luar rumah bersama keluarga. Di situ ia membawa thermos kopi dan roti untuk makan siang sehabis olah raga, karena tak ada restoran atau kedai kopi yang buka. Tak kurang dari 30 warga belanda yang ada di lokasi itu. Meski tidak ada yang menggunakan masker,semua oarang yang bermain ski di kanal itu, tetap mengikuti aturan jaga jarak. “ Kami menghabiskan waktu paling lama 2 jam perhari, karena kalau terlalu lama bisa masuk angin, kata jane sambil tertawa.

BACA JUGA :   Pandemi Corona COVID-19, WNI di Belanda Borong Jahe Saat Tisu Toilet Diburu

Penulis: Yuke Mayaratih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

72  +    =  82